03 November 2010

Contoh Kasus Pembunuhan

PEMBUNUHAN SENGAJA
indosiar.com, Bandung - Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap pasangan suami istri di Bandung, Jawa Barat Rabu (10/09) kemarin, direkonstruksi polisi. Rekonstruksi menghadirkan tersangka Firmansyah. Dia mengaku tega menghabisi nyawa kedua majikannya karena dendam sering diperlakukan dengan kejam termasuk diberi makan nasi basi.
Jalannya rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap pasangan suami istri Ronald Alimudin dan Sri Magdalena kemarin, menyita perhatian warga komplek Cipta Graha, Bandung, Jawa Barat.
Tersangka yang merupakan pembantu korban langsung dibawa polisi masuk ke rumah korban untuk memperagakan 55 adegan pembunuhan sesuai berita acara pemeriksaan (BAP). Mulai cara tersangka menghabisi kedua majikannya, termasuk saat memengal kepala dan kedua lengan korban Sri Magdalena serta saat merebusnya.
Aksi pembunuhan sadis dilakukan tersangka menggunakan linggis serta sebilah golok. Selain didalam rumah, 11 adegan lainnya diperagakan diluar rumah saat tersangka sempat melayani pembeli di toko milik korban.
Tindakan sadis tersangka dipicu rasa sakit hati sekaligus dendam yang lama dipendam tersangka atas perlakuan kejam majikannya. Bahkan tersangka juga mengaku sering diberi makan nasi basi oleh korban. Kasus pembunuhan disertai mutilasi ini terjadi 30 Agustus lalu. Tersangka berhasil diringkus di rumah saudaranya di Saguling, Kabupaten Bandung Barat sehari setelah menghabisi kedua majikannya secara sadis. (Cecep Hendar/Sup)


PEMBUNUHAN TIDAK SENGAJA
Polisi Janji Tuntaskan Kasus Peluru Nyasar di Cilincing
JAKARTA--MICOM: Seorang remaja tertembak peluru nyasar di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Dia adalah Satria Indra Lesmana, 14. Saat ini kondisinya membaik. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. "Kalau itu dari mana larinya belum kita ketahui dari mana itu peluru belum kita keatahui. Siapa pun yang melakukan itu akan kita tindak, sementara kasusnya masih dalam penyelidikan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/10).
Sebelumnya, Satria yang sedang asik minum es tiba- tiba tertembus timah panas di jari tangan sebelah kanan, perut bagian kanan, dan tulang kaki bawah sebelah kanan. Saat itu polisi sedang mengejar sekelompok bajing loncat di Jalan Diponogoro, Cilincing, Jakarta Utara pada 13 Oktober lalu. (*/OL-8)


PEMBUNUHAN SEMI SENGAJA
Ibu Pembunuh Bocah dengan Bantal, Diduga selalu Menganiaya Anaknya
ORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA : Pemeriksaan sementara terhadap pelaku pembunuhan bocah Anisa, 2 tahun, yang dibekap dengan bantal oleh ibunya berinisial, AMD, 25 tahun, diduga selalu menganiaya anaknya. Perbuatan sadis ibu muda tersebut terkuak setelah memeriksa lima saksi."Ya, pengakuan tetangga yang kita periksa bahwa pelaku suka menganiaya anaknya," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Suwondo, saat dihubungi Portalkriminal.com, Minggu (17/1/2010). Katanya, ke-lima saksi yang diperiksa tersebut berasal dari tetangga pelaku termasuk suaminya Safrudin, 28 tahun, yang bekerja sebagai tukang sate. Ibu satu anak ini, ujar Suwondo, kini meringkuk di ruangan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). "Kita, belum punya tahanan wanita, jadi kita tahan di ruangan PPA" ujarnya. Seperti telah diwartakan, seorang bocah tanpa dosa tewas dibunuh ibunya sendiri dengan cara membekap dengan bantal di Jalan Kartini 13 Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat kemarin. Peristiwa biadab itu dilakukan terhadap anaknya, Anisa, 2 tahun, karena kesal kepada suaminya, Safrudin, 28 tahun. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi Jumat malam kemarin dan baru dilaporkan oleh suaminya Sabtu. Dalam pemeriksaan, tersangka melakukannya karena suka kesal terhadap suaminya jika keinginannya tak terpenuhi.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku tersebut meringkuk di sel tahanan Mapolres Jakarta Pusat. Pelaku bisa dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (gan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar